بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا
ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين. أما بعد .
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada manusia terpilih dan teragung, yaitu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaatnya. Amiin.
Manusia bukanlah malaikat yang setiap saat hanya berada dalam ketaatan tanpa kedurhakaan dan pelanggaran sedikitpun. Manusia juga bukan iblis yang hanya berada dalam kemaksiatan dan kedurhakaan tanpa ketaatan walau hanya setetes. Manusia berpotensi bisa lebih mulia dari malaikat sebab keikhlasan, ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah, namun juga bisa lebih rendah dan hina dari binatang karena memperturutkan nafsu dan syahwatnya.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.(al-A’raf:179).
Terkadang disaat sebagian manusia sedang terjebak dan terjerat dalam kubang dan lingkaran maksiat yang berkepanjangan, tiba-tiba muncul dalam hati kecil mereka keinginan, atau sebuah harapan untuk kembali kepada jalan yang benar dan bertaubat kepada rabbnya, namun entah mengapa, terasa begitu kuat gelombang hawa nafsu dan syahwat yang akhirnya melemahkan harapan dan keinginan agar dapat segera bertaubat kepada-Nya. Dan lemahnya harapan tersebut menjadikannya terus berada dalam lingkaran maksiat yang berujung pada kekhawatiran akan su’ul khatimah (mati dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya). Na’udzubillahi min Dzalik!.
Buku yang ada di hadapan pembaca saat ini, mencoba untuk mengulas dan mengajak kita semua untuk merenungkan tentang mengapa dan kenapa seseorang terasa sulit untuk bertaubat dan bagaimana solusi-solusi yang ditawarkan didalamnya. Buku ini juga bercerita tentang kisah kehidupan orang-orang yang mampu menghentikan kebiasaan maksiatnya hingga mereka dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani kehidupannya. Sungguh menakjubkan perjalanan taubat mereka, dan sungguh indah akhir kehidupannya. Semua ceritanya ada dalam buku yang saat ini ada di tangan anda.
Jika ada seorang yang durhaka kepada Allah dengan membawa tumpukan dosa dan maksiat sebesar dan setinggi gunung, maka ampunan-Nya melebihi besar dan tingginya gunung tersebut, ketika seorang berjalan dengan membawa dosa sepanjang mata memandang, maka ampunan-Nya akan melampaui batas pandangan tersebut, jika ada yang menyesali maksiatnya sebanyak dan seluas tujuh lapis langit dan bumi, maka tetap ampunan-Nya meliputi keduanya, bahkan, cinta dan ampunan-Nya bagi mereka yang ingin bertaubat melebihi batas alam semesta dan tanpa batas.
Sungguh Ampunan dan rahmat Allah, belas kasih dan cinta-Nya kepada hamba-Nya mengalahkan kemurkaan-Nya. Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam bersabda;
قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540).
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
“Sesungguhnya Allah –‘azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di siang hari. Dia pun membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di malam hari. Taubat terus diterima sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya (arah barat).” (HR. Muslim no. 2759).
Dalam buku ini masih banyak terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan, penulis berharap dari para pembaca, kiranya dapat memberikan masukan yang dapat menyempurnakannya dalam terbitan selanjutnya.
Semoga buku ini bermanfaat untuk para pembaca dan kaum muslimin. Amiin Yaa arhamarrohimin.





